"> Field Trip ke Tani Kota – Kezia School
Field Trip ke Tani Kota

Pada hari Jum’at  tanggal 29 November 2019 yang lalu, anak-anak Kezia School pergi field trip ke Tani Kota. Lokasi tempat ini tergolong strategis, tepatnya di area Cisitu, tak jauh dari Dago. Tani Kota menawarkan konsep bertani urban, memungkinkan para pengunjung untuk berkebun di lahan perkotaan. Anak-anak melakukan beberapa aktivitas yang tidak biasa dan lengkap mulai ice breaking yang dilakukan oleh tour guide, pengenalan pembenihan, penanaman sayur dan padi, memberi makan hewan ternak hingga memanen sayuran. Hasil panen bisa sekaligus dibawa pulang loh! Hari itu anak-anak melakukan panen kangkung organik  dimana setiap anak berjalan bersama ke area yang telah ditanami tanaman kangkung yang sudah cukup umur untuk dipanen sehingga anak-anak berdiri di sekitar area tanaman kangkung untuk kemudian mencabut kangkung dari tanah.

Ada beberapa anak yang tidak langsung mau untuk memegang tanaman kangkung, mungkin karena merasa geli atau merasa kotor sehingga pengajar yang membantu beberapa anak untuk mencabut tanaman kangkung. Setelah panen kami dibawa untuk hiking mengelilingi area perkebunan Tani Kota yang banyak ditumbuhi pohon-pohon sehingga perjalanan selama hiking terasa teduh dan tidak terlalu panas. Durasi selama hiking memerlukan waktu ± 30 menit karena tracknya tidak terlalu jauh. Setelah selesai hiking anak-anak beristirahat sejenak di sebuah saung besar yang telah disediakan untuk makan snack dan minum. Lalu kami menuju area perkebunan yang lain untuk menanam benih kangkung dimana setiap anak diberikan benih sebanyak segenggam tangan untuk kemudian benih tersebut ditaburkan di atas tanah yang telah disediakan.

Kegiatan kami berlanjut yaitu memberi makan rumput kepada hewan ternak yang ada disana yaitu memberi makan domba. Setiap anak secara bergiliran mengambil rumput secukupnya untuk diberikan kepada domba namun ada beberapa anak yang terlihat tidak berani untuk memberikan rumput secara langsung ke domba sehingga perlu didampingi dan diarahkan oleh pengajar saat memberi makan ke domba. Setelah itu di penghujung acara kami bergegas berjalan ke area sawah dimana kami akan melihat proses menanam padi yang diperagakan oleh salah satu petani yang ada disana, sebenarnya anak-anak dapat menanam padi secara langsung dengan turun langsung ke area sawah namun dikarenakan tidak ada fasilitas pinjaman sepatu boot dari pihak Tani Kota maka diputuskan agar anak-anak hanya melihat proses menanam padi saja dan petani menjelaskan proses menanam padi dari awal dan salah satu hal yang penting adalah bahwa harus ada jarak tertentu saat menanam padi agar saat padi tumbuh menjadi semakin besar tidak akan menghimpit pertumbuhan padi yang lainnya. Di akhir sesi, petani tersebut memberikan sedikit padi yang sudah berbulir kepada setiap anak sehingga anak-anak dapat melihat secara langsung bentuk padi yang masih asli yang telah berbulir.

Setiap anak telah mengikuti aktivitas dari awal sampai selesai dan tidak terasa hari sudah siang dan sudah waktunya untuk anak-anak makan siang sehingga kami segera kembali ke area saung untuk makan siang bersama dan tentu saja tidak lupa untuk mencuci tangan terlebih dahulu. Hari itu anak-anak mendapat pengalaman baru yang tentunya berdampak positif buat setiap anak. Sampai jumpa di field trip berikutnya ya. Tuhan Yesus memberkati kita semua…..