"> Pelayanan Di Glorius Hall – Kezia School
Pelayanan Di Glorius Hall

Tahun ini, bagi Kezia School and Learning Center adalah tahun yang sangat istimewa. Mulai periode belajar bulan Juli – Desember 2019, para siswa diajarkan music skill baru melalui belajar bermain angklung dan perkusi. Alat musik ini bernama Angklung Banyumasan. Angklung Banyumasan adalah sebuah alat musik tradisional yang berasal dari Jawa Tengah tepatnya dari kota Banyumas. Sebenarnya program bermain angklung ini sudah lama dipelajari oleh para siswa Kezia School namun untuk Angklung Banyumas sendiri merupakan hal yang baru bagi para siswa. Kami sangat senang dengan datangnya alat musik baru ke sekolah. Angklung Banyumasan ini sdikit berbeda dari Angklung Jawa Barat. Angklung Banyumasan terdiri dari berbagai macam jenis peralatan sekaligus, ada angklung, kolintang, perkusi, bedug drum, dan kentongan. Para guru dan semua siswa bersemangat untuk belajar memainkan alat musik ini.

Saat awal belajar, kami dibantu oleh seorang pelatih Angklung Banyumasan yang khusus didatangkan dari kota Banyuwangi. Dengan kesabaran dan ketekunan, Puji Tuhan membuahkan hasil yang sangat baik. anak-anak mulai bisa memainkan alat musik, walaupun masih harus didampingi oleh guru.

Siswa yang dipercayakan untuk bernyanyi adalah Kezia Grace, yang bermain alat musik kolintang yaitu Jonathan, alat musik perkusi dimainkan oleh Hans, alat musik bedug drum dimainkan oleh Herdianto dan Loel, dan alat Kentongan dimainkan oleh Ryan, Valerie, Felita, Meli, dan Livia. Sedangkan siswa yang lainnya di berikan kepercayaan untuk memainkan alat musik angklung. Semua siswa sangat senang sekali ketika belajar memainkan berbagai macam alat musik yang baru.

Dengan semangat dan daya juang yang tinggi, membuat hasil yang didapat sangatlah baik. Hampir setiap hari kami selalu latihan alat musik ini, sekaligus persiapan kami tampil untuk mengisi di beberapa acara. Kami belajar memainkan 3 buah lagu, yaitu lagu “How Great Is Our God”, lagu “Aku diberkati”, dan lagu “Waktu Tuhan”. Ternyata bermain alat musik dan menyanyi sangatlah menyenangkan dan para siswa tampak menikmati bahkan anak mampu mengekspresikan bermain musik sambil bergoyang mengikuti irama lagu.

Setelah intensif berlatih selama hampir 3 bulan, para siswa dan guru Kezia School dipercayakan untuk melayani Tuhan melalui permainan Angklung Banyumasan di beberapa acara seperti diantaranya adalah di Yayasan Mahanaim Bekasi dan di Yayasan AoC bertempat di Glorious Hall Jl. Ibrahim Adjie no. 366. Mendengar undangan ini, disambut dengan sukacita oleh para siswa dan guru Kezia School dan hal ini membuat mereka semakin bersemangat untuk berlatih.

Perjuangan para siswa untuk bisa bermain alat musik angkung dan perkusi ini tidaklah mudah, namun mereka tidak mudah menyerah, bahkan mau terus berusaha sampai bisa. Seperti contohnya yang dialami Hans sebagai pemain drum, saat berlatih sempat kakinya bengkak dan sakit, namun demikian, Hans tetap bersemangat berlatih sekalipun harus main drum sambil duduk. Demikian pula yang dialami Jonathan, awalnya Jonathan mengalami kesulitan untuk belajar kolintang, karena tidak hanya harus memukul sesuai ketukan, namun juga Jonathan harus mempelajari chord lagu. Namun Jonathan tidak menyerah dan mau terus belajar sampai akhirnya dia bisa menghafal chord lagu.

Loel pun belajar perkusi (bedug drum) dengan semangat. Sebenarnya untuk Loel bisa memukul perkusi dengan kuat dalam jangka waktu sekitar 30 menit saja sudah merupakan perjuangan yang luar biasa, dikarenakan otot tangan Loel yang kecil sehingga membuat tangannya cepat capek saat memukul bedug drum secara konstan dan kuat. Namun kondisi fisiknya tidak menghalangi Loel untuk terus belajar dan berusaha sampai bisa.

Demikian juga untuk semua siswa lainnya, masing-masing menghadapi kesulitan masing-masing yang berbeda namun semua siswa memiliki semangat dan daya juang yang tinggi untuk bisa memainkan alat musik ini dengan baik. Dan akhirnya hari yang ditunggu-tunggu telah tiba dan sebelum kami tampil, semua siswa mengikuti gladiresik terlebih dulu. Selama gladiresik semua anak terlihat sangat bersemangat dan menjalani dengan sukacita, semua siswa bisa menikmati dan bisa memainkan alat musik dengan sangat baik.

Tepat pada tanggal 25 Oktober 2019 siswa dan guru Kezia School mendapat kesempatan untuk melayani Tuhan di Yayasan Mahanaim Bekasi untuk mengisi acara disana, Kami berangkat satu hari sebelumnya yaitu tanggal 26 Oktober 2019 untuk pengenalan tempat dan Gladiresik terlebih dahulu di tempat acara. Selain itu juga agar anak-anak tidak terlalu lelah saat nanti tampil bermain angklung sehingga mereka dapat tampil prima saat pertunjukan dilakukan.

Selama perjalanan ke Bekasi, semua anak-anak tampak sangat menikmati perjalanannya dan ketika mereka tampil bermain Angklung pun mereka tampil dengan bersemangat dan konsentrasi penuh. Ditambah lagi dengan tepuk tangan dan pujian yang diberikan oleh penonton yang menyaksikan pertunjukan Angklung Banyumasan yang kami mainkan, menambah semangat dan sukacita dari semua siswa yang terlibat dalam pertunjukan ini. Pada kesempatan ini para siswa memainkan lagu “How Great Is Our God” dan lagu “Waktu Tuhan”.

Kesempatan kedua untuk melayani Tuhan adalah bermain Angklung Banyumasan ini di Ibadah Persekutuan AoC di Glorious Hall Bandung pada tanggal 28 Oktober 2019. Kami diberikan kesempatan untuk memainkan alat musik dengan lagu “Aku Diberkati” dan “Waktu Tuhan”. Kami percaya bahwa Tuhan akan selalu menyertai selama kami memainkan alat musik ini. Dan waktu untuk naik panggung akhirnya tiba juga, kami semua langsung bersiap-siap dan mengambil posisi dimana kami harus berdiri. Sebelum memainkan alat musik, terlebih dahulu ditampilkan profil Kezia School and Learning Center. Anak-anak sangat senang sekali ketika melihat ada foto mereka yang ditampilkan di layar LED yang sangat besar. Setelah video berakhir, inilah saatnya anak-anak untuk bermain alat musik. Kami semuapun bersiap-siap untuk memberikan yang terbaik buat Tuhan. Ketika memainkan lagu “Aku Diberkati”, semua anak sangat bersemangat dan terlihat senyuman yang terpancar pada wajah setiap anak. Puji Tuhan, semua siswa mampu konsentrasi dan memainkan alat musik dengan ketukan dan nada yang benar. Setelah selesai dilanjutkan dengan lagu “Waktu Tuhan”. Selama memainkan lagu ini, kami sangat merasakan bahwa para penonton ikut terbawa alunan musik yang syahdu dan membangkitkan iman percaya bahwa “Waktu Tuhan adalah yang terbaik”.

Setelah selesai memainkan dua lagu, semua siswa turun dari panggung dan menghampiri setiap orang tua dan memberikan ucapan terima kasih berupa bunga. Kami para guru dapat merasakan adanya kasih sayang dan cinta yang ditunjukkan oleh setiap orang tua kepada anaknya.

Tuhan sangat baik memberikan berbagai kesempatan untuk bisa melayani Tuhan melalui bermain Angklung dan Perkusi. Percayalah bahwa dengan semangat belajar yang tinggi dan disertai dengan anugerah Tuhan maka apapun bisa kami lakukan bersama Tuhan yang memberikan kekuatan dan kemampuan bagi kami. Rancangan Tuhan adalah rancangan yang membawa damai sejahtera bagi kita semua, terima kasih dan Tuhan Yesus memberkati.